Brad Binder dan Jack Miller Duet, KTM Diprediksi Makin Gacor di MotoGP Musim 2023

Brad Binder dan Jack Miller Duet, KTM Diprediksi Makin Gacor di MotoGP Musim 2023

Optimisme KTM untuk jadi gacor di MotoGP 2023 bersama duet pebalap Brad Binder dan Jack Miller.

Tekad untuk merengkuh gelar MotoGP digaungkan Francesco Guidotti selaku Manajer Tim KTM.

Optimisme Guidotti dapat hasil bagus KTM pada MotoGP 2023 bertambah sebab kehadiran Jack Miller sebagai pembalap anyar

Jack Miller mempunyai pengalaman sebagai mantan pembalap Honda dan Ducati.

Jack Miller miliki catatan kemenangan bersama ke-2 pabrikan top ini.

"Dari sudut pandang teknis, penting bagi kami untuk miliki pembalap bersama pengalaman berbeda," papar Guidotti MOTOGP .

"Salah satu batasan kami tahun selanjutnya adalah keempat pembalap hanya miliki pengalaman bersama motor kami sehingga untuk mengembangkannya sedikit sulit."

Baca juga: Bagnaia Gunakan Nomor 1 pada Motornya untuk MotoGP 2023 Tanpa Tanggalkan Angka 63

"Ini sebuah proyek baru dan kami miliki sebagian pertanyaan yang hanya mampu dijawab oleh pembalap berlainan bersama pengalaman berlainan di MotoGP."

Guidotti sendiri cukup yakin diri bersama potensi motor KTM RC16.

Menurutnya, KTM sebenarnya tidak terpaut terlalu jauh bersama rival.

Dinukil dari Motorsport Magazine, tahun selanjutnya RC16 dibangun dari aerodinamika untuk mengejar downforce dengan kata lain model tekan ke bawah yang dihasilkan aliran udara.

Downforce berfungsi untuk menaikkan grip waktu berbelok Babatpost.com

Musim selanjutnya titik ini jadi kelemahan KTM dikala pembalap mereka berbelok bersama radius yang lebih lebar sehingga terlambat dalam berakselerasi.

Fakta semua kemenangan KTM berlangsung dalam balapan bersama situasi basah yakni GP Indonesia dan GP Thailand jadi keliru satu buktinya.

Dalam pengembangannya KTM bekerja serupa bersama Red Bull Racing, tim Formula 1, di mana aerodinamika miliki peran besar.

KTM termasuk mencari ilmu dari dalam MotoGP. Contohnya adalah bersama membajak Fabio Stelarcchini dari Ducati sebagai Direktur Teknik merasa 2022.

Stelarcchini merupakan mantan tangan kanan General Manager Ducati, Gigi Dall'Igna, yang mendorong pengembangan aero di MotoGP dalam sebagian tahun terakhir.

KTM termasuk membajak teknisi Ducati lain bersama rekrutan terbaru adalah kepala kru, Alberto Giribuola dan Christian Pupulin.

Tentunya tersedia harga yang yang harus dibayar dari teknologi ini yakni kecepatan yang menyusut sebab pengaruh drag.

Keseimbangan antara downforce dan drag inilah masalah yang tengah dicari solusinya.

Aero tetap jadi fokus KTM waktu tes terakhir di Valencia pada November selanjutnya tidak cuman menguji sasis dan ekor baru.

Mereka mencoba fairing berkonsep ground effect yang disinyalir untuk mendapatkan downforce waktu motor dalam posisi miring di tikungan.

"Dulu aerodinamika tidak terlalu penting, okelah penting tetapi hanya terjalin bersama top speed," kata Guidotti.

Dalam 4-5 tahun terakhir, kami sudah menjelajahi teknologi ini dan menemukan bahwa ini termasuk penting untuk kemampuan berkendara."

Guidotti membeberkan bahwa nantinya pergantian pada motor RC16 tidak dapat signifkan melainkan kelanjutan dari motor musim lalu.

Dalam sebagian musim terakhir KTM jadi pirsawan keberhasilan pabrikan lainnya.Tahun ini pabrikan asal Mattighofen, Austria, menghendaki jadi pembeda.

Peta kompetisi pada MotoGP tengah berada di level yang terbilang sengit.

Pemandangan tidak biasa pun hadir dikala hampir semua pembalap dan lebih-lebih pabrikan miliki kesempatan untuk finis di tangga podium atau lebih-lebih menang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fabiovisatravel.com: Solusi Terbaik untuk Pengurusan Visa B211A Bali

Mengenal Lebih Dekat Jasa Paket Maklon Kosmetik: Solusi Efektif untuk Pengembangan Brand Kosmetik Anda

Menyelami Budaya Lokal sambil Belajar Bahasa Inggris: Pengalaman Tak Terlupakan Ikut Bimble di Desa Inggris